Baru pertama kali mau beli motor listrik?
Wajar kalau bingung. Banyak merek, banyak model, semua katanya irit, katanya tahan lama, katanya ini-itu… Tapi kenyataannya? Nggak semua motor listrik cocok untuk pemula.
Biar kamu nggak asal pilih lalu menyesal (kayak waktu dulu beli treadmill, tapi sekarang jadi jemuran), yuk kita bahas tips simpel dan masuk akal buat pemula yang mau masuk dunia kendaraan elektrik.
1. Cek Jarak Tempuh Sekali Cas
Kalau kamu butuh kendaraan buat aktivitas harian — antar anak sekolah, ngantor, belanja, atau main ke rumah mantan (ups) — pastikan motor listrik kamu bisa menempuh minimal 40–60 km per pengisian daya.
Tips: Cek klaim pabrikan dan cari testimoni real pengguna. Kadang angka di brosur itu “optimis banget.”
2. Perhatikan Kapasitas Beban dan Ukuran Motor
Buat kamu yang bertubuh agak subur (gak apa-apa, itu rejeki), atau suka bawa boncengan, pastikan kapasitas beban motornya cukup kuat. Jangan sampai pas nanjak malah motor ngambek.
Cek juga ukuran bodi motor:
- Kalau terlalu kecil, bisa nggak nyaman buat perjalanan jauh.
- Kalau terlalu besar, bisa bikin grogi buat pemula.
3. Waktu Charging = Kunci Kesabaran
Rata-rata waktu ngecas motor listrik itu antara 4–6 jam. Tapi ada juga yang bisa 2 jam, ada juga yang 8 jam lebih. Sesuaikan dengan gaya hidup kamu.
Kalau kamu orangnya “on the go” banget, cari motor listrik yang bisa dicabut baterainya dan dicas di kamar. Cocok buat anak kos atau pekerja mobile.
4. Pastikan Ketersediaan Sparepart & Layanan Servis
Nah ini dia yang sering dilupakan pemula. Banyak motor listrik murah, tapi ketika rusak, malah nganggur karena spare part harus inden sebulan dari luar negeri.
Tips: Cari brand yang sudah punya jaringan distribusi lokal atau punya gudang sparepart sendiri. Syukur-syukur ada layanan servis keliling — kayak bengkel panggilan.
5. Bandingkan Harga Total, Bukan Cuma Harga Beli
Murah itu bukan cuma soal harga awal. Kamu juga perlu lihat:
- Biaya perawatan tahunan
- Harga baterai pengganti
- Kemudahan klaim garansi
- Ongkos servis
Motor yang awalnya murah, bisa jadi mahal di tahun kedua. Pilihlah yang murah tapi masuk akal secara jangka panjang.
6. Cek Legalitas & STNK
Serius, jangan sampai kamu beli motor listrik yang “nggak jelas asal-usulnya” dan akhirnya cuma bisa dipakai di komplek.
Pastikan motornya punya kelengkapan surat dan bisa digunakan di jalan umum. STNK dan BPKB itu wajib.
7. Coba Test Ride Dulu
Jangan beli motor listrik hanya karena tampilannya lucu atau warnanya pastel. Test ride itu penting buat tahu:
- Nyaman atau nggak
- Getaran, suara, akselerasi
- Posisi kaki dan tangan saat riding
Kayak pacaran, kalau cuma lihat dari luar doang… bisa tertipu.
Bonus: Rekomendasi untuk Pemula
Kalau kamu masih ragu, mulai aja dari model EV-Kuda atau Garuda. Dirancang khusus untuk pemakaian harian, cocok buat kamu yang baru transisi dari motor bensin:
- Bisa menempuh 60 km lebih
- Charging gampang
- Sparepart lokal
- Harga mulai 9 jutaan
- Servis? Tinggal hubungi, teknisi datang!
Lihat produk-produk unggulan VIM
Hubungi admin VIM untuk Test Drive
Visit Showroom VIM
Penutup: Motor Listrik Gak Ribet, Asal Kamu Gak Asal Pilih
Beli motor listrik itu bukan soal ikut-ikutan. Ini soal investasi jangka panjang: buat kesehatan dompet, bumi, dan mood kamu.
Ikuti tips-tips di atas, dan kamu bakal jadi pemilik motor listrik yang happy, bukan nyesel tiap ngecas.
Ingat, motor listrik itu masa depan. Dan masa depan yang baik, dimulai dari pilihan pertama yang bijak.